Rabu, 09 Desember 2020

MEMBANGUN KEMBALI PERADABAN ISLAM DENGAN ILMU (Kedudukan Ilmu dan Ulama di dalam Islam)

Kedudukan Ilmu dan Ulama di dalam Islam

 

Dalam Islam, ilmu dan ulama mendapatkan kedudukan yang jelas dan tegas. Lima ayat pertama Al-Alaq yang mengandung peringatan bahwasannya manusia diciptakan dari segumpal darah dan diantara bentuk anugerah Allah ta’ala adalah mengajarkan manusia apa yang semula tidak diketahuinya.

 

Nabi SAW sendiri menegaskan dalam sebuah hadith bahwa “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim”, sementara hadith lainnya menegaskan bahwa “…para Nabi tidak mewariskan dinar dan dirham, melainkan ilmu. Maka siapa yang mengambilnya sesungguhnya dia telah mengambil bagian yang paling banyak”, dan hadith shahih Muslim yang sangat kita akrabi ini “Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah darinya amalnya. Kecuali tiga: shadaqah yang mengalir, ilmu yang dimanfaatkan, dan anak shalih yang mendo’akannya.

 

Al-Qur’an memberikan derajat yang tinggi kepada ulama, diantaranya “…Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran” (QS. AZ-ZUMAR (39): 9), …niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS. AL-MUJADILAH (58): 11), …Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun (QS. FATHIR (35): 27-28).[i]




[i] Lihat, Nashrudin Syarief. MENANGKAL VIRUS ISLAM LIBERAL. PERSIS PERS, hal. 149-154.

Saran Bacaan untuk Anda

Adab Murid dan Guru

Oleh: سعيد حوى   Murid memiliki adab dan tugas (wazhifah) lahiriyah yang banyak, di antara abab dan tugas seorang murid adalah tidak b...

Postingan Terpopuler