Islam sebagai Din
![]() |
| Ilustrasi: Kerajaan Samudera Pasai |
Dari akar kata
madana lahir kata benda tamaddun yang secara literal berarti peradaban
(civilization) yang berarti juga kota berlandaskan kebudayaan (city base
culture) atau kebudayaan kota (culture of the city). Di kalangan penulis Arab,
perkataan tamaddun digunakan – kalau tidak salah – untuk pertama kalinya oleh
Jurji Zaydan dalam sebuah judul buku Tarikh al-Tamaddun al-Islami (Sejarah
Peradaban Islam), terbit 1902-1906. Sejak itu perkataan Tamaddun digunakan
secara luas dikalangan umat Islam. Di dunia Melayu tamaddun digunakan untuk
pengertian peradaban. Di Iran orang dengan sedikit berbeda menggunakan istilah
tamaddon dan madaniyat. Namun di Turkey orang dengan menggunakan akar madinah
atau madana atau madaniyyah menggunakan istilah medeniyet dan medeniyeti.
Orang-orang Arab
sendiri pada masa sekarang ini menggunakan kata hadharah untuk peradaban, namun
kata tersebut tidak banyak diterima ummat Islam non-Arab yang kebanyakan lebih
menyukai istilah tamaddun. Di anak benua Indo-Pakistan tamaddun digunakan hanya
untuk pengertian kultur, sedangkan peradaban menggunakan istilah tahdhib[i].
Baca Juga:
Ashab al-Suffah dan Tradisi Intelektual Islam
Islam Menjadi Gagasan Seni yang Orisinal
Barat sebagai Tantangan dan Ghazwul Fikri
Kedudukan Ilmu dan Ulama dalam
Islam
MEMBANGUN KEMBALI PERADABAN ISLAM
[i] Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi.
Makna Peradaban Islam, dalam banihamzah.wordpress.com
