Tampilkan postingan dengan label Kabar Pekan Ini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabar Pekan Ini. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Oktober 2020

Macron, Siapakah Dia?

Meme dari: knowyourmeme.com

Namanya Emmanuel Jean-Michel Frédéric Macron (bahasa Prancis: [emanˈɥɛl ʒɑ̃ miˈʃɛl fʁedeˈʁik makˈʁɔ̃]; lahir di Amiens, Prancis, 21 Desember 1977; umur 42 tahun) adalah seorang politikus Prancis yang menjabat sebagai Presiden Prancis dan ex-officio Pangeran Andorra sejak tanggal 14 Mei 2017. Sebelumnya, Macron merupakan mantan bankir investor Prancis. Pada 26 Agustus 2014 ia dilantik sebagai Menteri Ekonomi, Pembaruan Industri dan Urusan Digital dalam pemerintahan Manuel Valls. Pada Pemilihan umum Presiden Prancis 2017, ia mengalahkan Marine Le Pen dengan meraup 66,06 persen suara jauh mengungguli Marine Le Pen, yang hanya meraup 34 persen suara. Kemenangannya menjadikan ia sebagai Presiden Prancis termuda dalam sejarah dengan usia 39 tahun.

Macron adalah putra dari Jean-Michel Macron, Profesor Neurologi di Universitas Picardy, dan Françoise Macron-Noguès, MD. Ia akrab dengan neneknya, seorang kepala sekolah yang tumbuh dalam rumah tangga iliterasi, dan tinggal dengannya selama beberapa waktu. Ia mempelajari piano selama sepuluh tahun, mendapatkan penghargaan ketiga di Konservatori Amiens.

Ia menempuh pendidikan selama beberapa tahun di lycée La Providence in Amiens yang didirikan oleh Yesuit sebelum ia melanjutkan di sekolah tinggi élite Lycée Henri-IV di Paris. Ia mempelajari Filsafat di Universitas Paris-Ouest Nanterre La Défense, mendapatkan gelar DEA. Ia bekerja sebagai asisten Paul Ricoeur antara 1999 dan 2001 di mana ia membantu menyunting buku karya Ricoeur La Mémoire, l'histoire, l'oubli. Ia juga mendapatkan sebuah gelar dalam bidang Urusan Publik di Sciences Po, sebelum ikut serta dalam pelatihan sebagai pegawai negeri sipil senior di École nationale d'administration (ENA), lulus pada 2004.

Macron bekerja sebagai Inspektur Keuangan dalam Kementerian Ekonomi Prancis antara 2004 dan 2008. Pada 2007, ia menjabat sebagai deputi rapporteur pada Komisi untuk mempengaruhi pertumbuhan Prancis yang dikepalai oleh Jacques Attali. Ia kemudian meninggalkan jabatan tersebut untuk menjadi bankir investor di Rothschild & Cie Banque.

Macron adalah anggota Partai Sosialis dari tahun 2006 hingga 2009. Dari tahun 2012 hingga 2014, ia menjabat sebagai deputi sekretaris jenderal Élysée, seorang anggota senior staf Presiden Hollande. Ia dilantik menjadi Menteri Ekonomi, Industri dan Data Digital dalam Kabinet Valls kedua pada 26 Agustus 2014, menggantikan Arnaud Montebourg.

Pria kelahiran 1977 ini boleh jadi pria paling kontroversial millenium ini. Pada tanggal 25 oktober 2020 yang lalu Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan mengatakan pada hari Minggu, bahwa presiden Prancis ini telah "kehilangan akal sehatnya".

Sehari setelah mengatakan bahwa Macron perlu diperiksa kepalanya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada Minggu bahwa pemimpin Prancis itu telah "tersesat."

Pernyataan itu mendorong menteri luar negeri Prancis memanggil pulang duta besarnya di Ankara.

Pernyataan Prancis tentang Islam diperdalam setelah Macron juga menyebut Islam sebagai teroris, setelah adanya pemenggalan seorang guru sejarah di Paris.

Macron menyerang Islam dan ummat Muslim, menuduh ummat Muslim sebagai “separatism”. Dia menggambarkan Islam sebagai “sebuah agama yang mengalami krisis di seluruh dunia”.

Hal ini bertepatan dengan sebuah gerakan provokatif yang dilakukan Charlie Hebdo, sebuah majalah sayap kiri Perancis yang dengan keji menerbitkan karikatur-karikatur anti-Islam, yang telah menyebabkan meluasnya kemarahan dan rasa sakit hati di semua dunia Muslim.

Pada awal tahun ini, majalah Charlie Hebdo kembali menerbitkan kartun-kartun yang menghina Islam dan Nabi Muhammad .

Karikatur-karikatur itu sendiri pertama diterbitkan pada tahun 2006 oleh surat kabar Denmark Jyllands Posten, yang memicu gelombang protes.

Sementara itu Umat Muslim percaya bahwa penggambaran Nabi adalah suatu penghinaan dan penghujatan. Namun, Macron sebelumnya mengatakan tak akan melarang pencetakan karikatur Nabi Muhammad, dan hal inilah yang menimbulkan kontroversi, dan menciptakan gelombang protes di dunia Arab dan beragam dunia Isalm pada hari Kamis (22/10/2020).

Selain gelombang protes, kejadian ini juga menciptakan hubungan buruk Perancis dengan negara-negara Arab dan tak tertahankannya aksi boikot produk-produk Perancis di Turki dan negara-negara Arab bahkan Indonesia.

Bahkan Erdogan dengan lugas berkata “Saya memohon kepada warga saya. Jangan pernah memperhatikan merek Prancis. Jangan membelinya," di sebuah acara di ibu kota Turki, Ankara seperti dikutip Aljazeera.com, Selasa (27/10/2020)

Kontan saja, ini membuat produk-produk Perancis kocar kacir dan saham-saham mereka rontok. Prancis pada Minggu (25/10/2020) meminta seruan pemboikotan produk-produknya oleh Turki segera dihentikan, dengan mengatakan serangan semacam itu adalah ulah "minoritas radikal". Seruan tersebut merupakan hasil dari "propaganda" Ankara terhadap Paris yang dikatakan telah menyebarkan kebencian di dalam dan luar negeri.

Brigitte Trogneux (tengah), usianya 24 tahun lebih tua dari suaminya, Presiden Perancis Emmanuel Macron (kanan) tribunnews.com.



Kehidupan pribadi Macron sendiri nampak seperti kisah dalam sebuah novel picisan. Macron menikah dengan Brigitte Trognieux, seorang guru Prancis yang pertama kali bertemu dengannya di sekolah menengah atas, ketika usianya baru 15 tahun dan Brigitte berusia 39 tahun. Macron saat ini berusia 43 tahun dan Brigitte yang berumur 67 tahun, membuat pasangan itu berjarak usia 24 tahun. Pasangan ini sendiri tinggal dengan anak-anak Trognieux dari pernikahan sebelumnya di Prancis.

Akhir-akhir ini nama Brigitte ramai diperbincangkan media. Bukan hanya karena ia menjadi Ibu Negara Prancis, namun jarak usianya dengan Macron membuat banyak orang terheran-heran.

Macron pertama kali bertemu dengan Brigitte saat perempuan yang menjadi istrinya itu menjadi guru drama kala dirinya masih SMA. Macron pun mengaku bahwa hubungan yang mereka bukan hal yang umum. "Ini hubungan yang tidak cukup umum, pasangan yang tak cukup normal -- buka berarti saya sangat menyukai kata sifat ini -- tapi pasangan ini benar-benar ada," ujar Macron saat ia menikah dengan Brigitte.

Macron yang kala itu berusia 15 tahun, disebut sebagai siswa yang sangat pandai. Brigitte yang kala itu menjadi gurunya di sekolah swasta Jesuit, menyebut Macron sebagai seseorang yang bertindak seperti orang dewasa, bukannya seperti remaja.

"Saya benar-benar kagum dengan kecerdasan anak ini," ujar perempuan dengan nama lahir Brigitte Trogneux itu.

Brigitte merupakan pewaris perusahaan cokelat yang terkenal akan macaroons-nya. Saat bertemu dengan Macron, ia telah menikah dengan seorang bankir bernama Andre Auziere dan memiliki tiga orang anak.

Awalnya, orangtua Macron sadar bahwa anaknya sedang jatuh cinta. Namun mereka tidak tahu kepada siapa ia jatuh cinta.

Penulis biografi Anne Fulda menulis, orangtua presiden terpilih Prancis itu mengira anaknya jatuh cinta dengan Laurence Auziere, seorang gadis di sekolahnya. Faktanya, Macron jatuh cinta pada ibu gadis itu.

Ketika orangtuanya mengetahui hal tersebut, mereka meminta Brigitte untuk menjauhi anaknya hingga ia berusia 18 tahun.

"Saya tak bisa berjanji apa pun," ujar Brigitte.

Pada saat berusia 17 tahun, Emmanuel berjanji kepada Brigitte bahwa ia akan menikahinya. Sepuluh tahun kemudian, yakni pada tahun 2007, ia memenuhi janjinya.

Saat ini ibu Macron melihat Brigitte lebih sebagai teman bukan sebagai menantu.

Saat Macron diumumkan keluar sebagai pemenang dalam pemilihan presiden Prancis, seluruh anggota keluarganya turut serta -- termasuk tiga anak tiri dan tujuh cucu hasil pernikahan Brigitte dengan Auziere. Brigitte mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai guru setelah Macron mengemban tugas sebagai menteri ekonomi. Perempuan kelahiran 13 April 1953 itu menjadi penasihat kepercayaan Macron.

 

 Sumber-sumber:


Minggu, 25 Oktober 2020

Bangsa-bangsa Arab Lanjut Mengutuk Hinaan-hinaan Perancis terhadap Islam

Bangsa-bangsa Arab Lanjut Mengutuk Hinaan-hinaan Perancis terhadap Islam


Sumber Gambar: aa.com

ISTANBUL 

WMG, dilansir dari laman online aa.com. Kutukan-kutukan bangsa Arab terhadap pernyataan-pernyataan Presiden Perancis Emmanuel Macron terhadap Islam dan Ummat Muslim berlanjut pada hari Ahad, di tengah seruan untuk memboikot produk-produk Perancis.

 

Macron pada hari Rabu yang lalu mengatakan bahwa dia tidak akan mencegah penerbitan karton-kartun yang menghina Nabi Muhammad dengan dalih kebebasan berekspresi, sebuah pernyataan yang memicu kemarahan di dunia Arab dan dunia Muslim.

 

Di Mesir, Imam Besar Al-Azhar, Syaikh Ahmad Al-Tayeb menyebutkan kata-kata anti-Islam sebagai sebuah “Kampanye sistemis yang menyeret Islam ke ranah pertarungan politis”.

“Kami tidak menerima jika simbol-simbol dan tempat-tempat suci kami dijadikan korban untuk meraih suara murahan dalam pertarungan elektoral (politik, pent),” katanya dalam sebuah pernyataan.

 

Di Libya, Mohammad Zayed, seorang anggota Dewan Presidensil, mengutuk hinaan-hinaan Macron terhadap Islam. “Kedududkan Nabi Muhammad tak akan terpengaruh dengan pernyataan-pernyataan penuh kebencian ataupun gambar-gambar murahan,” katanya.

 

Menteri Urusan Agama Yaman Ahmad Attiya me-retweet seruan-seruan untuk memboikot produk-produk Perancis sebagai respon atas kampanye-kampanye anti-Islam.

 

Di Yordania, kelompok Persudaraan Muslim menggambarkan pernyataan-pernyataan Macron sebagai “sebuah serangan atas ummat (Muslim) dan sama dengan rasisme yang penuh dendam dan kebencian”.

 

Di Suriah Utara, menyebabkan demonstrasi-demonstrasi sipil yang memprotes pernyataan-pernyataan Macron dan penerbitan-penerbitan kembali kartun-kartun anti-Nabi.

 

Para pemrotes di kota-kota Jarabulus dan Tell Abiad membakar poto-poto Macron dan memegang spanduk-spanduk yang membela nabi.

“Islam adalah agama damai dan tak ada tempat untuk terrorisme, Perancis adalah sumber terrorisme,” kata Wael Hamdu, kepala dewan lokal Tell Abiad dalam protes itu. “Kami tidak lupa atas pembunuhan satu setengah juta orang di Aljazair yang dilakukan Perancis.”

 

Pada minggu-minggu belakangan ini, Macron menyerang Islam dan ummat Muslim, menuduh ummat Muslim sebagai “separatism”. Dia menggambarkan Islam sebagai “sebuah agama yang mengalami krisis di seluruh dunia”.

 

Hal ini bertepatan dengan sebuah gerakan provokatif yang dilakukan Charlie Hebdo, sebuah majalah sayap kiri Perancis yang dengan keji menerbitkan karikatur-karikatur anti-Islam, yang telah menyebabkan meluasnya kemarahan dan rasa sakit hati di semua dunia Muslim.

 

Pada awal tahun ini, majalah Charlie Hebdo kembali menerbitkan kartun-kartun yang menghina Islam dan Nabi Muhammad .

 

Karikatur-karikatur itu sendiri pertama diterbitkan pada tahun 2006 oleh surat kabar Denmark Jyllands Posten, yang memicu gelombang protes.

 

* Ahmed Asmar melaporkan dari Ankara

(Diterjemahkan oleh: GMN)

Sumber Berita: aa.com

Rabu, 14 Oktober 2020

Lebih dari 250 Ribu Jama’ah Diizinkan Melaksanakan Umrah dari Tanggal 18 Oktober

Warga Saudi dan para penduduk asing melakukan tawaf di Masjidil Haram. Sumber Gambar: Al Arabiya


 WMG, 15/10/20. Dilansir dari laman online Al Arabiya mengabarkan bahwa pelaksanaan umrah akan dibuka untuk sekitar 250 ribu orang jama’ah dari dalam negara Saudi Arabia mulai tanggal 18 oktober.

Hal ini akan menjadi tanda fase kedua dimulainya kembali secara bertahap Ziarah, yang bertempat di Mekkah dan Madinah, disebabkan penutupan sementara kota-kota tersebut karena virus korona.

Hani al-Omairi, seorang anggota Komisi Nasional untuk Haji dan Umrah, mengumumkan kebijakan tersebut dan perubahan-perubahan lainnya yang berkenaan dengan ihwal ziarah umrah dan haji pada hari selasa.

Para jama’ah akan diizinkan mengunjungi Rawdah – ruang dimana Nabi Muhammad dikuburkan – dan area masjid tua di Masjid Nabawi di Madinah, demikian ungkap Hani al-Omairi kepada suratkabar Saudi pada hari Senin.

Lebih dari 600 ribu orang akan diberi izin untuk melaksanakan shalat di Masjidil Haram, katanya.

Para jama’ah umrah diharuskan untuk mendapatkan izin dengan cara melakukan registrasi pada aplikasi untuk dapat melaksanakan Umrah serta mengunjungi Masjidil Haram dan Rawdah.

Sejauh ini, hanya warga negara dan para penduduk yang tinggal di Saudi Arabia yang diizinkan mengunjungi dua Masjid Suci yang ada di Mekkah dan Madinah. Namun demikian, al-Omairi mengkonfirmasikan pengumuman bahwa para peziarah asing akan diizinkan dimulai tanggal satu November.

Pihak berwenang diharapkan dapat segera mengumumkan negara mana saja yang diizinkan mengirimkan para jama’ahnya untuk melaksanakan Umrah, tambahnya.

Dimulainya kembali pelaksanaan Umrah secara bertahap ini adalah sebagai bagian dari upaya pemerintah Saudi Arabia untuk mencegah penyebarah wabah virus kosona selama pelaksanaan ziarah, yang melihat ratusan dari ribuan pengunjung setiap hari.

Hanya 6 ribu peziarah yang diizinkan melaksanakan umrah setiap harinya pada fase pertama saat ini.

Setiap kelompok kecil peziarah hanya diberi tiga jam untuk menyempurnakan ritualnya, dan tak seorang pun diizinkan mendekati Ka’bah dan Hajar Aswad.

Seorang pekerja sedang membersihkan area sekitar Ka’bah. Sumber Gambar: Al Arabiya

Masjidil Haram akan diseterilisasi sepuluh kali sehari dan air Zamzam akan dibagikan dalam bentuk paket botol.

Tim-tim Medis ditempatkan di beberapa tempat di sekitar halaman dan ruang isolasi dan ruang tes kesehatan didisain untuk kasus suspect virus korona. (Diterjemahkan oleh GMN)

 

Sumber: Al Arabiya

Rabu, 23 September 2020

Warga Saudi merasakan ‘rasa kebersamaan’ di Hari Nasional Kerajaannya yang ke-90

WMA. Arab Saudi merayakan Hari Nasionalnya pada hari Rabu, dengan berbagai konser dan acara-acara lainnyaSaudi Arabia, meski dalam keadaan tindakan pencegahan COVID-19, untuk mempringati unifikasi kerajaan itu di bawah pendirinya, King Abdulaziz Al Saud, 90 tahun yang lalu.

Anak-anak menaiki atap-atap mobil di jalanan kota Riyadh untuk merayakan Hari Nasional Kerajaan Saudi Arabia, 23 September 2016 (Sumber photo: al-arabiya.net/reuters)


Perayaan-perayaan di tengah pandemi coronavirus

Tahun ini, Otoritah Hiburan Publik (General Entertainment Authority (GEA)) kerajaan itu mengadakan serangkaian konser yang digelar dari tanggal 22 s/d 26 September untuk memperingati hari libur nasional, berdasarkan Garis-garis Petunjuk GEA untuk memastikan semua orang aman di tengah-tengah pandemi virus corona.
 


Namun demikian, otoritas-otoritas Kerajaan telah mengurangi jumlah undangan yang menghadiri konser-konser itu untuk tindakan pencegahan penyebaran virus corona, menurut Rotana Music, sebuah perusahaan rekaman yang terlibat dalam konser-konser itu.



Pada hari Rabu, lebih dari 60 pesawat mliter dan sipil berpartisipasi dalam siaran langsung yang akan ditayangkan oleh Saudi TV 1, kata GEA dalam sebuah cuitan, menambahkan bahwa perayaan ini akan menjadi pameran penerbangan terbesar dalam sejarah perayaan Hari Kemerdekaan Arabi Saudi.

GEA juga menerbitkan platform online gratis bertema Hari Kemerdekaan yang di dalamnya memuat logo-logo, gambar-gambar dan ilustrasi-ilustrasi yang dapat diunduh dan dicetak oleh si pengguna di rumah untuk tujuan-tujuan dekoratif.

Pertunjukan Udara di kota Riyadh dalam perayaan Hari Nasional Kerajaan Saudi Arabia. (SPA) Sumber: alarabiya.net

Rasa Kebersamaan

Warga Saudi merasakan rasa kebersamaan setiap tahun di Hari Kemerdekaan, kata pria 30 tahun Sultan al-Osaimi dari Riyadh kepada Al Arabiya English.

“Saya merasa bangsa ini dipersatukan dalam Hari Nasionalnya, anda dapat merasakannya di udara. Semua orang merasakan “sense of belonging”, khususnya pada hari libur nasionalt,” kata al-Osaimi.

“Semua orang bergembira, orang-orang memakai pakaian berwana hijau [warna bendera Saudi].”

“Saya merasa bangga berasal dari negara ini. Semoga negeri ini tetap aman,” tambah al-Osaimi.

Al Anoud bin Juma, pria usia 23, membenarkan pernyataan al-Osaimi.

“Meski banyak orang terpaksa berada di rumah karena COVID-19, saya merasa bahwa warga Saudi benar-benar perasaan memilikiI dan persatuan yang tulus, tahun ini lebih daripada tahun-tahun sebelumnya.”

Bin Juma, seorang asli Qassim yang tinggal di Riyadh, menjelaskan bahwa perasaan kebersamaan ini disebabkan oleh perasaan aman dan nyaman yang diberikan Kerajaan, bahkan ketika dalam keadaan pandemi global. “Saya merasa aman disini [di Saudi] dan saya menghargai setiap upaya yang dilakukan negara selama krisis virus corona.”

“Arab Saudi selalu mengutamakan warga negara dan penduduknya, dan saya merasa bersyukur sebagai orang yang berasal dari negara ini,” kata Bin Juma, menambahkan bahwa dia senang merayakan Hari Nasional negeri ini.

Sumber gambar: alarabiya.net


Perayaan Hari Nasional Tahun-tahun Sebelumnya

Pada tahun 2005, Raja Saudi King Abdullah bin Abdulaziz menjadikan 23 September sebagai Hari Nasional.

Sejak saat itu, kerajaan ini merayakan hari nasionalnya dengan berbagai cara. Tahun lalu, Hari Nasional Arab Saudi yang ke-89 menyajikan lebih dari 70 acara hiburan di seluruh wilayah Kerajaan Arab Saudi, termasuk pertunjukan-pertunjukan tata lampu, kembang api, dan pertunjukan musik, diorganisir oleh Otoritas Hiburan Umum (GEA) negara selama lima hari perayaan Hari Nasional.

Pada tahun 2018, lebih dari 900,000 kembang api meluncur ke angkasa secara simultan dari 58 lebih sudut di kerajaan untuk merayakan Hari Nasional kerajaan ini yang ke-88.



Sumber:

alarabiya.net

Selasa, 22 September 2020

Jenderal Gatot Ngaku Dicopot karena Putar Film Ini


WMG, JAKARTA – Dilansir dari media online REPUBLIKA.CO.ID, menyebutkan bahwa Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) periode 2015-2017, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo mengisahkan mengapa ia dicopot dari jabatannya di penghujung 2017. Padahal, ia harusnya masih berkarier di TNI sampai masa pensiun akhir Maret 2018.

Secara tiba-tiba, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Gatot dengan mengirim surat ke pimpinan DPR agar digantikan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto. Pun mutasi terakhir yang diteken Gatot akhirnya dibatalkan oleh Hadi.

Menurut Gatot, penggantian posisi pucuk pimpinan TNI terjadi lantaran ia bersikukuh menginstruksikan seluruh jajaran TNI untuk memutar atau menonton film Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) pada 2017. Keputusan Gatot kala itu memang mengagetkan banyak pihak.

"Pada saat itu saya punya sahabat dari salah satu partai, saya sebuat saja PDIP. 'Pak Gatot hentikan itu, kalau tidak, pasti Pak Gatot akan diganti'. Saya bilang terima kasih, justru saya gas karena ini adalah benar-benar berbahaya. Dan benar-benar saya diganti," kata Gatot di akun channel Youtube Hersubeno Arief, seperti dikutip Republika, Selasa (22/9).



Gatot mengaku, kemungkinan bangkitnya PKI di Indonesia bukan sebuah hal yang tidak mungkin. Dia mengamati, PKI gaya baru bangkit sejak 2008 ketika seluruh mata pelajaran di sekolah menghapuskan sejarah kelam tentang peristiwa G30S/PKI. 

Menurut dia, hal itu menandakan memang gerakan tersebut tidak bisa dilihat bentuknya, tapi dapat dirasakan. Karena itu, Gatot sejak menjabat sebagai Panglima Kostrad pada 2013-2014 kerap mengisi kuliah umum di berbagai kampus untuk melawan gerakan PKI gaya baru.

"Ini suatu hal yang sangat berbahaya, karena kalau yang paling unit kecil adalah kelas 6 SD maka ditambah taruhlah sekarang ini maka mereka semua yang duduk di universitas tidak pernah mengenyam pelajaran tersebut sehingga pada 2017 kita sama-sama ingat, generasi muda 90 persen lebih tidak percaya adanya PKI maka dengan data-data yang ada pertama kali saya menjabat Pangkostrad saya beranikan untuk kuliah umum proxy war di Universitas Indonesia," kata Gatot.

Dia melanjutkan, gerakan PKI gaya baru semakin nyata saat ini lantaran berhasil mengganti Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni. Padahal, menurut Gatot, Pancasila pada 1 Juni ini adalah konsep Trisila dan Ekasila yang disampaikan Bung Karno. Diusulkannya Rancangan Undang-Undang Halauan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang saat ini prosesnya dihentikan, bukan dicabut juga menandakan adanya kekuatan yang ingin mengganti Pancasila.
"Maka mereka sudah investasi lebih dulu, jadi mereka secara tidak langsung hampir seluruh bangsa memperingati Hari Pancasila pada 1 Juni. Dan lebih lanjut lagi adanya RUU HIP," kata mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) tersebut.

Source:

Saran Bacaan untuk Anda

Adab Murid dan Guru

Oleh: سعيد حوى   Murid memiliki adab dan tugas (wazhifah) lahiriyah yang banyak, di antara abab dan tugas seorang murid adalah tidak b...

Postingan Terpopuler